Salawat Mengiringi Langkah Hasnul Menjemput Awani, Keduanya Resmi Jadi Suami Istri - PalapaNews | Rujukan Informasi Sumbar
arrow_upward

Salawat Mengiringi Langkah Hasnul Menjemput Awani, Keduanya Resmi Jadi Suami Istri

Sabtu, September 19, 2026, 20:27 WIB
Prof. H. Irwan Prayitno menyerahkan buku nikah kepada Awani Yamora Masta usai prosesi ijab kabul 
PADANG - Satu kalimat ijab kabul mengubah segalanya. Dengan suara mantap, Hasnul Fikri resmi mempersunting
Awani Yamora Masta dalam akad nikah yang berlangsung khidmat di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat, Sabtu (19/9/2026).

Sesaat setelah dinyatakan sah, suasana masjid berubah menjadi penuh haru. Hasnul yang sebelumnya duduk sebagai calon pengantin pria, kini melangkah menjemput Awani sebagai istrinya. Lantunan salawat yang merdu mengiringi momen tersebut.

Langkah Hasnul menuju sang istri menjadi salah satu momen yang paling menggetarkan dalam prosesi pernikahan itu. Di hadapan keluarga dan para tamu, keduanya dipertemukan dalam suasana yang sarat doa dan kebahagiaan.

Awani Yamora merupakan putri Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Jasman Dt. Bandaro Bendang dan Lasta. Sementara Hasnul Fikri merupakan putra Hasyim Kudus dan Tuti Widya Bagaskari, yang berasal dari Sijunjung.

Akad nikah berlangsung dengan khidmat. Hasnul mengucapkan ijab kabul dengan mantap hingga dinyatakan sah. Saksi dari pihak pengantin pria adalah Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Datuk Nan Sati, Ketua LKAAM Sumatera Barat.

Sementara saksi dari pihak pengantin wanita adalah Prof. H. Irwan Prayitno, Ph.D., Gubernur Sumatera Barat periode 2010–2021. Kehadiran keluarga, tokoh dan orang-orang terdekat semakin membuat prosesi akad berlangsung penuh makna.

Setelah keduanya resmi menjadi suami istri, Prof. Irwan Prayitno menyampaikan nasihat pernikahan. Ia terlebih dahulu mendoakan agar rumah tangga Hasnul dan Awani senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.

“Barakallahu lakuma, semoga Allah berikan keberkahan kepada Ananda berdua,” ujar Irwan.

Dalam nasihatnya, Irwan mengingatkan Hasnul dan Awani agar tidak memandang pernikahan sebagai sesuatu yang menghambat perjalanan hidup. Sebaliknya, pernikahan harus dijadikan jalan untuk saling menguatkan dalam meraih kebaikan.

“Nikah itu sunnah. Sunnah itu pasti kebaikan. Yakinlah itu,” katanya.

Menurut Irwan, pernikahan tidak semestinya dianggap akan memperlambat karier, pendidikan maupun pekerjaan. Justru kehidupan rumah tangga dapat menjadi ruang bagi pasangan untuk saling membantu, saling menolong dan saling mendoakan.

“Manfaatkan pernikahan Ananda dalam rangka mencari kesuksesan. Sukses karier melalui pernikahan, sukses pekerjaan, sukses kuliah melalui pernikahan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan merupakan mitsaqan ghalizha, sebuah ikatan yang kuat. Karena itu, Hasnul dan Awani diminta menjaga ikatan tersebut dengan saling memahami, menerima kelebihan sekaligus kekurangan masing-masing.

“Tidak ada satu pun yang kita nikahi orang sempurna. Ada kelebihan, ada kekurangan, ada keterbatasan. Itulah istriku, itulah suamiku. Terimalah, saling memahami,” ujar Irwan.

Irwan juga menyampaikan bahwa jodoh merupakan bagian dari kehendak Allah SWT. Ketika Hasnul dan Awani akhirnya dipertemukan dalam ijab kabul, keduanya diminta menerima pasangan masing-masing sebagai takdir yang harus dijalani bersama.

“Hasnul dan Nya Mora, inilah pasangan Ananda. Tidak ada cewek lain yang jadi istri yang cocok kecuali hanya Nya Mora, tidak ada cowok lain kecuali hanya Hasnul,” katanya.

Nasihat itu menjadi pesan mendalam bagi pasangan yang baru saja mengikat janji. Sebab setelah hari bahagia tersebut, perjalanan sesungguhnya sebagai suami istri baru dimulai. Ada banyak hal yang akan dihadapi, dan keduanya akan menjalaninya dengan saling mendampingi.

Hari itu, bukan hanya sebuah akad yang terucap. Ada doa keluarga, lantunan salawat dan harapan yang menyertai langkah Hasnul saat menjemput Awani. Dari sebuah ijab kabul, lahirlah satu keluarga baru yang diharapkan terus tumbuh dalam keberkahan.

Di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sabtu itu, Hasnul dan Awani akhirnya melangkah bersama. Bukan lagi sebagai dua insan yang sedang mencari jalan masing-masing, tetapi sebagai suami dan istri yang telah dipersatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. (cen)

0 comments :