Kacang Goreng Belum Laku, Gubernur Mahyeldi Datang dan Borong Semuanya - PalapaNews | Rujukan Informasi Sumbar
arrow_upward

Kacang Goreng Belum Laku, Gubernur Mahyeldi Datang dan Borong Semuanya

Minggu, Agustus 16, 2026, 14:51 WIB
Foto Ibu Alidar kacang rebusnya habis ludes usai diborong Gubernur Mahyeldi
PADANG — Rezeki tak terduga menghampiri Ibu Alidar, pedagang kacang goreng rebus yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) depan Kantor Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Minggu (16/8/2026). Dagangannya yang hampir dibawa pulang justru diborong Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

Sejak pukul 06.00 WIB, Alidar sudah berjualan menunggu pengunjung CFD yang ramai hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, ketika suasana mulai sepi dan warga berangsur pulang, kacang goreng rebus miliknya masih belum habis terjual.

Melihat kondisi tersebut, Mahyeldi yang berada di lokasi CFD menghampiri Alidar. Gubernur kemudian menanyakan harga seluruh kacang goreng yang masih tersisa.

“Bara harago kacang goreng ibu ko, awak borong sadonyo,” kata Mahyeldi kepada Alidar.

Terkejut mendapat tawaran tersebut, Alidar menyebut harga seluruh dagangannya sekitar Rp500 ribu. Tanpa menawar, Mahyeldi langsung meminta seluruh kacang goreng tersebut dibungkus.

“Bukus sadonyo,” ujar Mahyeldi.

Bagi Alidar, momen itu menjadi rezeki yang sama sekali tidak disangka. Setelah hampir empat jam menunggu pembeli, seluruh dagangannya akhirnya habis dalam satu waktu.

Alidar pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Mahyeldi atas perhatian dan kepeduliannya. “Terima kasih banyak Pak Gubernur. Saya tidak menyangka kacang saya diborong semuanya. Alhamdulillah, ini sangat membantu saya. Semoga Pak Gubernur selalu diberi kesehatan dan dimudahkan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Bagi pedagang kecil seperti Alidar, hasil penjualan tersebut tentu memiliki arti penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perhatian sederhana itu membuat Alidar bisa pulang dengan hati lega tanpa membawa sisa dagangan.

Mahyeldi mengatakan kepedulian terhadap pedagang kecil perlu terus ditumbuhkan. Menurutnya, mereka merupakan bagian dari masyarakat yang ikut menggerakkan roda ekonomi.

“Semoga ini bisa membantu dan menjadi rezeki bagi ibu. Pedagang kecil harus kita perhatikan karena mereka juga bagian dari penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Kisah Alidar menjadi gambaran bahwa kepedulian sederhana bisa berarti besar bagi masyarakat kecil. Datang ke CFD untuk berjualan, Alidar justru mendapatkan rezeki tak terduga dan pengalaman yang kemungkinan sulit dilupakannya. (cen)

0 comments :