Pemprov Sumbar Gandeng FMIPA Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Siap Diterapkan - PalapaNews | Rujukan Informasi Sumbar
arrow_upward

Pemprov Sumbar Gandeng FMIPA Unand, Teknologi Maggot dan BioVORA Siap Diterapkan

Kamis, Juli 30, 2026, 22:38 WIB

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dengan jajaran FMIPA Universitas Andalas di Istana Gubernuran, Kamis (30/7/2026).
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas memperkuat kolaborasi untuk mempercepat penerapan hasil riset dalam pembangunan daerah.

Sejumlah inovasi yang telah siap diimplementasikan, mulai dari teknologi budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF) untuk pengelolaan sampah organik hingga bioaktivator BioVORA guna mendukung pertanian berkelanjutan, menjadi fokus pembahasan dalam audiensi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dengan jajaran FMIPA Universitas Andalas di Istana Gubernuran, Kamis (30/7/2026).

Gubernur Mahyeldi menegaskan, berbagai hasil penelitian yang lahir di perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi harus dihilirisasikan agar memberikan manfaat nyata.

“Kami ingin hasil-hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi benar-benar diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap membangun kolaborasi agar inovasi kampus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” tegas Mahyeldi.

Ia menilai sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi merupakan salah satu kunci membangun kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Kolaborasi tersebut diyakini akan menghasilkan solusi yang lebih efektif terhadap berbagai persoalan pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing Sumbar.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi Black Soldier Fly (BSF) atau budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik. Teknologi ini mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan pakan alternatif bernilai ekonomi bagi sektor peternakan dan perikanan, sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Selain teknologi maggot, FMIPA Universitas Andalas juga memperkenalkan BioVORA, bioaktivator berbasis konsorsium mikroba lokal yang mampu mempercepat proses pengomposan limbah organik sekaligus meningkatkan kualitas pupuk organik. Inovasi tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat sektor pertanian berkelanjutan.

FMIPA Universitas Andalas turut memaparkan pengembangan teknologi kultur jaringan tanaman untuk menghasilkan bibit unggul sekaligus menjaga plasma nutfah, serta pengembangan lebah galo-galo beserta produk turunannya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Pada sektor pengembangan sumber daya manusia, Universitas Andalas juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Pemprov Sumbar melalui program pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan ASN yang profesional, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan pembangunan berbasis teknologi.

Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Dr. Mai Efdi mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan kampus sebagai pusat inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Kami ingin hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya ilmiah. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, kami ingin mempercepat hilirisasi inovasi agar menjadi solusi nyata yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mai Efdi.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumbar, Febrina Tri Susila Putri mengatakan Balitbang akan mengoordinasikan tindak lanjut hasil audiensi melalui penyusunan program kolaboratif serta implementasi berbagai inovasi sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

“Kami segera menyusun langkah konkret bersama FMIPA Universitas Andalas. Fokusnya adalah percepatan hilirisasi hasil riset, pengembangan inovasi daerah, pengelolaan sampah berbasis teknologi, pertanian berkelanjutan, hingga peningkatan kompetensi ASN,” katanya.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat Febrina Tri Susila Putri, Kabid Ekonomi dan Pengembangan Mahmudia Husain, Peneliti Ahli Muda Edwin Mangatur Tampubolon, serta jajaran pimpinan FMIPA Universitas Andalas, di antaranya Wakil Dekan II Dr. Mairawita, Manajer Bidang I Dr. Diana Vanda Welia, Manajer Bidang II Dr. Meqorry Yusfi, Dr. Resti Rahayu, dan Dr. Syafrizayanti.

Audiensi tersebut menghasilkan komitmen awal untuk memperkuat sinergi antara Pemprov Sumbar dan FMIPA Universitas Andalas dalam mempercepat hilirisasi hasil riset. Melalui kolaborasi ini, berbagai inovasi yang lahir dari perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan menjadi kebijakan, teknologi, dan solusi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Sumbar yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (adpsb/cen/bud)

0 comments :