![]() |
| Mahyeldi Apresiasi Karya Generasi Muda, Pemenang Lomba Video Pendek 1 Muharam |
Pada kategori pelajar, Juara I diraih Dafa Zulkarnain dari SMAN 5 Sijunjung melalui video berjudul "Titik Balik". Juara II diraih Morisha Nurul F dari SMAN 3 Batusangkar dengan karya "Doomscroll", sementara Juara Favorit diraih Didrika Dzakwan H dari SMPN 1 Batusangkar melalui video "Langkah Pertama untuk Hijrah".
Untuk kategori mahasiswa, Juara I diraih Meidiyah Oriza Sativa dari Politeknik Negeri Padang lewat video "Bungkam atau Suarakan". Juara II diraih Alfira Ayunda A dari Politeknik Negeri Padang dengan karya "Jalan Pulang Nilai", sedangkan Juara Favorit diraih Hancky Ichi P dari Universitas Negeri Padang melalui video "Harga Sebuah Kebebasan".
Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memanfaatkan media kreatif untuk menyebarkan pesan-pesan positif kepada masyarakat, khususnya kalangan muda.
"Kami mengucapkan selamat kepada para siswa, siswi, dan mahasiswa yang telah berprestasi. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada generasi muda Sumatera Barat untuk berkreasi, berinovasi, dan menyampaikan ide-ide mereka tentang makna hijrah," ujar Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, antusiasme peserta menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan sosial yang dihadapi saat ini. Ribuan karya video yang masuk mengangkat berbagai isu, mulai dari bahaya narkoba, perilaku menyimpang, hingga pentingnya kembali kepada nilai-nilai kebaikan.
"Pesan-pesan yang disampaikan adik-adik kita ini mudah-mudahan membekas bagi diri mereka sendiri dan menjadi pengingat bagi generasi muda lainnya untuk berhijrah, meningkatkan kesadaran, serta terus melakukan kebaikan di masa depan," katanya.
Sementara itu, Juara I kategori mahasiswa, Meidiyah Oriza Sativa dari Politeknik Negeri Padang, mengaku bangga atas penghargaan yang diterimanya. Bersama rekan satu timnya, Nur Aini dan Gina Fadila, ia mengangkat isu pergaulan bebas yang berujung pada perundungan hingga menyebabkan hilangnya nyawa.
"Video kami mengangkat tentang pergaulan bebas yang berujung pada perundungan hingga akhirnya menyebabkan kematian. Kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli dan lebih sadar terhadap lingkungan sekitar, baik keluarga, teman maupun anak-anak," ujarnya.
Ia berharap masyarakat tidak menutup mata terhadap berbagai bentuk intimidasi dan kekerasan yang dialami korban. Menurutnya, keberanian untuk melapor kepada pihak berwenang menjadi langkah penting agar kasus serupa tidak terus berulang.
"Kami berharap semua orang lebih peduli. Kalau melihat ada korban intimidasi atau tindak kekerasan, jangan diam. Segera laporkan kepada pihak yang berwenang agar bisa segera ditangani," tutup Meidiyah. (adpsb/cen)

0 comments :
Posting Komentar