Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan berdasarkan informasi BMKG fenomena Super Full Moon pada 5 Desember 2025 berpotensi menyebabkan pasang air laut lebih tinggi dari kondisi normal. Kondisi ini dapat diperkuat oleh potensi hujan dan angin di wilayah perairan Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai.
“Kami mengimbau seluruh warga, terutama yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang pesisir Sumatera Barat, agar meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan BPBD, aparat nagari, dan unsur terkait untuk langkah mitigasi,” ujar Gubernur di Padang, Rabu (3/12/2025).
BMKG memprediksi tinggi gelombang pada periode tersebut berada pada kisaran 0,5–1,20 meter dengan kecepatan angin 2–10 knots. Sementara itu, pasang maksimum diperkirakan mencapai 1,3–1,5 meter, terutama pada rentang waktu 18.00–20.00 WIB.
Potensi banjir rob yang dimaksud diperkirakan berdampak di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat, yakni:
• Kabupaten Pasaman Barat
• Kabupaten Agam
• Kota Padang
• Kabupaten Padang Pariaman
• Kabupaten Pesisir Selatan
• Kabupaten Kepulauan Mentawai
Dampak berupa genangan air laut setinggi 3–10 cm dengan jarak sebaran mencapai 20–100 meter dari bibir pantai. BMKG menilai kategori dampak berada pada level rendah, tetapi tetap perlu diantisipasi oleh masyarakat.
Gubernur Mahyeldi meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta menghindari aktivitas tidak mendesak di area dekat garis pantai pada periode pasang maksimum.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami meminta nelayan, pedagang pesisir, pemilik bangunan di bibir pantai, hingga wisatawan untuk berhati-hati dan menyesuaikan aktivitasnya. Pemerintah hadir memastikan langkah mitigasi berjalan dengan baik,” tegas Mahyeldi.
Pemprov Sumbar memastikan seluruh instansi terkait tetap siaga dan melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi cuaca dan dinamika pasang laut sepanjang periode potensi banjir rob tersebut.(adpsb/bud)

0 comments :
Posting Komentar