![]() |
| Mahyeldi saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Barat dari Teddi Guspriadi kepada Muhamad Idrian di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (24/7/2026). |
PADANG – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan peran Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sangat strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Kepastian hukum atas kepemilikan tanah, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur, investasi, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Barat dari Teddi Guspriadi kepada Muhamad Idrian di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (24/7/2026).
"Apa pun kegiatan pembangunan, baik infrastruktur, investasi maupun aktivitas ekonomi masyarakat, semuanya membutuhkan tanah. Karena itu legalisasi, penataan penguasaan, dan kepemilikan tanah membutuhkan peran penting ATR/BPN," tegas Mahyeldi.
Mahyeldi mengatakan, keberhasilan tata kelola pertanahan akan berdampak langsung terhadap meningkatnya daya saing daerah, lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada Teddi Guspriadi atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kanwil BPN Sumbar. Ia juga mengucapkan selamat kepada Teddi yang dipercaya mengemban amanah baru sebagai Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang pada Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN.
"Selamat mengemban amanah di tempat tugas yang baru. Semoga pengalaman selama bertugas di kampung halaman menjadi bekal berharga untuk pengabdian berikutnya," ujar Mahyeldi.
Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas di Sumatera Barat terdapat dinamika yang kurang berkenan. Menurutnya, karakter masyarakat Minangkabau yang terbuka dan kritis merupakan bagian dari budaya demokrasi yang telah tumbuh sejak lama.
"Masyarakat Sumatera Barat sangat egaliter. Pemimpin hanya didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. Mereka terbuka menyampaikan kritik sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan," katanya.
Kepada pejabat baru, Muhamad Idrian, Mahyeldi mengucapkan selamat datang di Ranah Minang dan berharap sinergi yang telah terbangun antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan ATR/BPN semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, mantan Kepala Kanwil BPN Sumbar Teddi Guspriadi mengaku bangga dapat mengabdi di tanah kelahirannya selama memimpin Kanwil BPN Sumbar. Ia menyebut persoalan pertanahan di Sumatera Barat memiliki karakteristik tersendiri karena kuatnya eksistensi tanah ulayat dan sistem adat Minangkabau.
"Struktur kepemilikan tanah di Sumatera Barat sangat unik. Tantangan kami adalah bagaimana mengadministrasikan tanah adat itu ke dalam sistem administrasi pertanahan nasional tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang telah hidup di masyarakat," ungkap Teddi.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Sumbar yang baru, Muhamad Idrian, menyatakan siap melanjutkan berbagai program strategis yang telah dibangun pendahulunya. Ia menilai kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan di Sumatera Barat.
"Kami memohon dukungan dan sinergi dari seluruh pihak agar pelayanan pertanahan semakin berkualitas, mampu memberikan kepastian hukum hak atas tanah, mendukung percepatan pembangunan, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif," kata Muhamad Idrian.
Ia menegaskan akan terus memperkuat pelayanan pertanahan dan tata ruang, mempercepat penyelesaian program strategis nasional di bidang agraria, serta mendorong inovasi pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Barat. (adpsb/cen)

0 comments :
Posting Komentar